PONOROGO — Semangat menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memperkuat kerukunan antarumat beragama terus digaungkan di Desa Kalimalang, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo. Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan Gerakan Ekoteologi Merawat Bumi yang digelar di Kampung Moderasi Beragama Desa Kalimalang oleh Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo bertempoat di Masjid Al-Jariyah Kalimalang pada Kamis pagi (3/9).
Salah satu rangkaian kegiatan tersebut ditandai dengan penyerahan bibit pohon kepada perwakilan umat beragama, yang terdiri dari perwakilan umat Kristen, Hindu, dan Islam.
Penyerahan bibit pohon tersebut menjadi simbol bahwa menjaga dan merawat bumi merupakan tanggung jawab bersama tanpa memandang perbedaan agama. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diajak untuk bersama-sama menanam, merawat, dan menjaga lingkungan demi keberlangsungan kehidupan generasi mendatang.
Kepala KUA Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo, Bapak Muhamad Auliyaussofi, M.A., menyampaikan bahwa gerakan ekoteologi merupakan salah satu upaya untuk mengajak masyarakat memahami bahwa kepedulian terhadap lingkungan memiliki hubungan erat dengan nilai-nilai agama.
“Merawat bumi merupakan bagian dari tanggung jawab kita sebagai manusia. Agama mengajarkan kepada kita untuk menjaga keseimbangan, tidak merusak lingkungan, dan memberikan manfaat bagi sesama. Karena itu, gerakan ekoteologi ini kami harapkan dapat menjadi gerakan bersama yang dilakukan secara nyata dan berkelanjutan,” ujar Muhamad Auliyaussofi, M.A.
Ia menambahkan, penyerahan bibit kepada perwakilan umat Kristen, Hindu, dan Islam memiliki pesan penting dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis.
“Bibit pohon yang diserahkan kepada perwakilan umat beragama ini bukan sekadar bibit untuk ditanam, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan. Kita berbeda dalam keyakinan, tetapi memiliki tanggung jawab yang sama untuk menjaga bumi sebagai tempat kita hidup bersama,” tambahnya.
Menurutnya, semangat Kampung Moderasi Beragama tidak hanya diwujudkan melalui toleransi dan kerukunan antarumat beragama, tetapi juga melalui aksi nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan.
Sementara itu, Kepala Desa Kalimalang, Riyadi, menyambut baik pelaksanaan Gerakan Ekoteologi Merawat Bumi tersebut. Menurutnya, kegiatan ini memberikan pesan yang sangat positif bagi masyarakat Desa Kalimalang.
“Kami sangat mendukung kegiatan ini. Penyerahan bibit kepada perwakilan umat Islam, Kristen, dan Hindu menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat menjadi titik temu bagi kita semua. Perbedaan agama tidak menjadi penghalang untuk bersama-sama menjaga bumi,” ungkap Riyadi.
Riyadi berharap bibit yang telah diserahkan dapat dirawat dan dikembangkan sehingga memberikan manfaat nyata bagi lingkungan.
“Harapan kami bibit-bibit ini tidak hanya ditanam, tetapi benar-benar dirawat sampai tumbuh besar. Semoga nantinya menjadi simbol kebersamaan sekaligus memberikan manfaat bagi lingkungan dan generasi yang akan datang,” lanjutnya.
Kegiatan Gerakan Ekoteologi Merawat Bumi tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat nilai gotong royong, toleransi, kepedulian, dan tanggung jawab bersama dalam kehidupan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Kampung Moderasi Beragama Desa Kalimalang menunjukkan bahwa moderasi beragama dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk, termasuk melalui aksi nyata menjaga lingkungan.
Menanam pohon menjadi simbol sederhana, namun memiliki makna besar: berbeda dalam keyakinan, tetapi bersama dalam menjaga bumi.
Gerakan tersebut diharapkan dapat terus berlanjut dan menjadi bagian dari budaya masyarakat Desa Kalimalang dalam menjaga kebersihan, kelestarian alam, serta memperkuat persaudaraan dan kerukunan antarumat beragama.