PONOROGO — Semangat kebersamaan dalam memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia terasa meriah di lingkungan Onggojoyo, Desa Kalimalang. Para pemuda Onggojoyo berkolaborasi dengan warga menggelar pementasan drama kolosal yang mengangkat kisah perjuangan Pangeran Diponegoro di Pertigaan Sragi Lor RW.02 pada Minggu (17/8) malam.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk nyata kebersamaan antara pemuda dan masyarakat dalam mengisi kemerdekaan. Tidak hanya menjadi hiburan bagi warga, pementasan drama kolosal ini juga menjadi sarana untuk mengenang kembali sejarah perjuangan para pahlawan sekaligus menumbuhkan semangat nasionalisme dan gotong royong.
Pementasan drama kolosal Pangeran Diponegoro disutradarai oleh Rendy, dengan Galih sebagai penata musik. Kolaborasi antara pemuda dan warga membuat pertunjukan berlangsung semarak dan mendapat antusiasme dari masyarakat yang hadir.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Kalimalang, Riyadi, menyampaikan apresiasi dan dukungan Pemerintah Desa Kalimalang terhadap kegiatan yang dilaksanakan oleh para pemuda.
“Pemerintah desa sangat mendukung dan mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh pemuda. Kegiatan seperti ini menunjukkan adanya kebersamaan antara pemuda dan warga dalam mengisi kemerdekaan,” ujar Riyadi.
Selain memberikan apresiasi terhadap kegiatan kepemudaan, Riyadi juga menyampaikan program ketahanan pangan yang akan dilakukan melalui pembagian benih cabai untuk setiap rumah. Program tersebut diharapkan dapat mendorong masyarakat memanfaatkan lahan di sekitar rumah sekaligus mendukung ketahanan pangan di tingkat keluarga.
Dalam kesempatan tersebut, Riyadi juga menyampaikan bahwa dirinya akan segera memasuki masa purna bakti sebagai Kepala Desa Kalimalang pada 13 September. Ia pun berpamitan kepada masyarakat serta menyampaikan permohonan maaf apabila selama menjalankan amanah sebagai kepala desa masih terdapat kekurangan maupun kesalahan.
“Pada tanggal 13 September nanti saya memasuki masa purna bakti. Saya mohon maaf kepada seluruh masyarakat apabila selama mengemban tugas sebagai Kepala Desa Kalimalang masih banyak kekurangan dan kesalahan,” ungkapnya.
Pementasan drama kolosal Pangeran Diponegoro menjadi momentum yang tidak hanya memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, tetapi juga mempererat hubungan antara pemuda dan warga. Semangat kebersamaan, gotong royong, serta kecintaan terhadap sejarah perjuangan bangsa diharapkan terus tumbuh dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Desa Kalimalang.